Spesifikasi Aki Kawasaki D-Tracker 150: Upgrade & Standar Terbaik
Panduan & Kode Aki Kawasaki D-Tracker 150 (Standar vs Upgrade)
Pernah mengalami momen memalukan saat D-Tracker 150 kesayangan mati mendadak di lampu merah, dan tombol starter cuma bunyi cetek-cetek? Bagi pengguna supermoto harian yang sering stop-and-go, kesehatan aki bukan sekadar pelengkap, tapi nyawa utama kelistrikan motor.
Quick Answer
Kawasaki D-Tracker 150 (Standar/SE) menggunakan aki tipe GTZ5S / YTZ5S (12V 3.5Ah). Untuk performa starter lebih enteng, pastikan tegangan tidak drop di bawah 12.4V saat mesin mati.
Tabel Spesifikasi Aki
Cek Harga / Beli Online
Klik kode/tipe aki di tabel (misal GTZ5S) untuk melihat harga terbaru di marketplace.
Link produk di atas sudah dikurasi oleh author dan ada jaminan mengarah ke produk aki original (bukan produk KW/abal-abal). Hati-hati barang palsu—harga murah, kualitasnya sering parah.
Opsi Upgrade Aki (Penjelasan Singkat)
Bagi Anda yang sudah memodifikasi D-Tracker dengan lampu tembak tambahan atau klakson keong, kapasitas bawaan 3.5Ah seringkali terasa pas-pasan. Upgrade ke seri GTZ6V atau MTZ6S bisa memberikan kapasitas lebih besar (5Ah - 6Ah) dan CCA lebih tinggi untuk starter yang lebih responsif.
Namun, perlu dicatat bahwa seri upgrade ini biasanya memiliki dimensi tinggi 105mm (lebih tinggi 2cm dari standar 85mm). Pada beberapa unit D-Tracker, ini memerlukan penyesuaian pada karet pengikat aki atau sedikit melonggarkan ruang box aki.
Disclaimer Upgrade
- Cek Fisik Box: Pastikan masih ada ruang vertikal (tinggi) di box aki sebelum membeli tipe GTZ6V/MTZ6S.
- Sistem Pengisian: Upgrade Ampere Hour (Ah) aman selama kiprok (rectifier) sehat. Jangan upgrade jika kiprok sudah lemah.
- Voltage Sama: Wajib tetap menggunakan aki 12 Volt. Jangan pernah menggunakan voltage berbeda.
Catatan Verifikasi
Salah satu kesalahan umum (Common Mistake) pengguna D-Tracker adalah membeli aki tipe "basah" (GM5Z-3B) karena harganya murah. Padahal, motor tipe supermoto/trail sering dipakai miring atau melibas jalan rusak.
Selalu gunakan tipe MF (Maintenance Free) atau Sealed Battery agar air aki tidak tumpah dan merusak rangka. Pastikan kutub Positif (+) berada di sebelah kanan (jika dilihat dari depan aki).
Tips Memilih & Merawat Aki D-Tracker
- Rutin Panaskan Mesin: D-Tracker yang jarang dipakai (hanya weekend warrior) rawan mengalami aki tekor. Panaskan minimal 3 hari sekali.
- Periksa Terminal: Getaran mesin 150cc Kawasaki cukup kuat. Cek baut terminal aki setiap ganti oli, seringkali kendor dan menyebabkan pengisian tidak stabil.
- Hindari Beban Berlebih: Jika menggunakan lampu HID/Projie tanpa upgrade kiprok (fullwave), aki standar GTZ5S akan cepat drop usianya.
Cara Ganti Aki Singkat
- Siapkan kunci T-8 atau T-10 (tergantung baut bodi) dan obeng plus (+).
- Buka side cover (bodi samping) sebelah kiri. Tarik perlahan agar klip tidak patah.
- Lepaskan karet penahan aki.
- Lepas kabel kutub Negatif (-) terlebih dahulu untuk menghindari korsleting, baru kemudian kutub Positif (+).
- Angkat aki lama, bersihkan wadah dari debu tanah.
- Pasang aki baru, sambungkan kutub Positif (+) dulu, baru Negatif (-). Kencangkan baut dan pasang kembali bodi.
FAQ
- Apakah D-Tracker 150 bisa pakai aki Satria FU / Vario 125?
- Bisa. Vario 125, Beat FI, dan Satria FU injeksi sama-sama menggunakan tipe GTZ6V atau YTZ6V (untuk upgrade) atau GTZ5S (standar). Pastikan kode akhirnya sesuai (5S atau 6V).
- Berapa lama umur aki D-Tracker original?
- Dalam pemakaian normal harian tanpa modifikasi lampu ekstrem, aki bawaan biasanya bertahan 1.5 hingga 2 tahun.
- Kenapa starter bunyi tek-tek padahal lampu nyala?
- Itu tanda Voltase aki ada (cukup untuk lampu), tapi Ampere/CCA sudah drop sehingga tidak kuat memutar dinamo starter. Solusinya ganti aki.
Gabung dalam percakapan